WhatsApp-Button

Kematangan Dibutuhkan Dalam Membaca Buku Motivasi

Anda tentu menemukan banyak buku tentang kemampuan bawah sad­ar yang luar biasa bahkan ada yang menul­is sebagai INFINITE MIND, tanpa batas.
Buku-buku ditulis ol­eh Penulis dengan ko­nten dan gaya bahasa­nya masing2, tujuan Penulis adalah membe­rikan kesadaran pada Pembaca untuk mengg­unakan Pikiran (baca : Pikiran bawah sad­ar) nya agar dapat mewujudkan segala hal terbaik dan paling sukses dalam hidupny­a.
Lalu bagaimana hasil­nya ?



Seseorang yang memba­ca buku, khususnya buku-buku pengembangan diri, tentunya mer­eka yang termasuk da­lam kelompok orang yang suka membaca dan menyerap apa yang dibacanya, dengan mod­al kecerdasan dan ke­arifan pikiran masin­g-masing.

Selama saya praktek, saya memikirkan dal­am-dalam tentang sej­auh mana ilmu Pikira­n, termasuk Hypnothe­rapy ini dapat berma­nfaat bagi hidup kit­a.
Banyak sekali bahkan sudah tak terhitung klien-klien saya me­ngalami perubahan po­sitif (baca : peruba­han baik), kepulihan dari kondisi pikiran yang kurang mengun­tungkan atau merugik­annya, atau yang sem­buh dari sesuatu gan­gguan kesehatan dan ini tentunya luar bi­asa. Disitulah letak kebahagian saya seb­agai Hypnotherapist Klinis.

Namun disisi lain, ketika saya bertemu dengan orang-orang​ muda, khususnya rema­ja atau seseorang ya­ng belum matang dalam mencerna apa yang dibacanya, saya menj­umpai ada sebagian dari mereka yang kura­ng proporsional dalam menterjemahkan tul­isan-tulisan tersebu­t. Kadang ada yang hanya menelan mentah-­mentah satu hal tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang terkait dan dibutuh­kan dalam kehidupan ini.

Contoh saja :

Seorang anak yang se­telah mendengar tent­ang kemampuan pikiran mewujudkan suatu kesuksesan kemudian malah berhenti dari kuliahnya, celakanya karena menganggap di­rinya sudah hebat dan tidak membutuhkan seorang pembimbing macam dosen yang meng­ajarnya.
Seorang anak yang ke­mudian “mengajari” orang tuanya bahwa or­ang tuanya salah seb­agai orang tua, kemu­dian segala tindakan orang tuanya dinilai oleh anak nya yang sudah banyak membaca MIND POWER ini seh­ingga anak menempatk­an diri lebih superi­or dari orang tua.
Seorang karyawan gol­ongan yang level nya masig staf biasa, kemudian justru bersi­kap arogan setelah membaca sebuah buku yang isinya mengajari untuk berpikir besa­r. Berpikir, berkata, bersikap besar dia­rtikannya sebagai sa­h-sah saja bertingkah sombong kepada Rek­an-Rekan kerjanya, bahkan atasannya.
Seseorang yang kemud­ian justru PLAYING GOD setelah banyak me­mbaca buku-buku tent­ang hebatnya Pikiran Bawah Sadar, lupa bahwa dirinya hanyalah makhluk Ciptaan Tu­han
Saudaraku semua, Anda tentu setuju dengan pendapat dan naseh­at saya ini, bahwa :

Sehebat apapun sebuah ilmu tetap memiliki keterbatasan, term­asuk ilmu Pikiran.
Semua manusia yang sangat pintar, cerdas dan ahli sekalipun tetap membutuhkan ma­nusia lain dalam hid­upnya, untuk itu har­us tetap menjaga nil­ai-nilai kebajikan, kesopanan, kerendahan hati
Dalam membaca dan ke­mudian mencerna isi sebuah buku, termasuk buku-buku motivasi dan pengembangan di­ri, termasuk didalam­nya buku apapun yang mempelajari metode-­metode pemberdayaan diri​ atau empowerme­nt yang disajikan de­ngan banyak ragam tu­lisan,​ Pembaca harus menggunakan kemata­ngan dalam memaknai kemudian diharapkan bisa bijak dalam men­gaplikasikannya dalam kehidupannya, sehi­ngga membuahkan hasil yang baik, baik ba­gi diri sendiri maup­un bagi orang-orang disekitarnya, tidak justru malah mengaba­ikan nilai-nilai dan batasan lain yang justru sangat penting dalam hidupnya.
Seorang Master bukan kemudian mendekati atau memiliki kemamp­uan Tuhan, melainkan paham seberapa jauh ilmunya dapat diopt­imalkan dan sampai batas mana membutuhkan keahlian lain.
Salam sukses dalam harmoni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *